Asing Kuras Rp 2 T, IHSG Ambrol 3% Mendadak!
Bursa saham Indonesia bergejolak, dengan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas 3% akibat aksi jual masif investor asing yang mencapai net sell Rp2 triliun. Saham-saham berkapitalisasi besar seperti BBCA, BBRI, dan BMRI menjadi target utama penjualan, sementara beberapa saham seperti CUAN justru diakumulasi. Fenomena ini menyoroti pengaruh sentimen investor asing terhadap pergerakan pasar saham nasional.

Bursa saham Indonesia bergejolak hebat! Pada perdagangan sesi I Jumat (24/4/2026), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terhempas cukup dalam hingga 3%. Fenomena ini dibarengi aksi jual masif investor asing yang meninggalkan jejak kerugian.
Tercatat, total penjualan oleh investor asing mencapai angka fantastis Rp5 triliun. Menariknya, meskipun ada pembelian saham senilai Rp3 triliun, total penjualan bersih (net sell) investor asing masih tembus Rp2 triliun, menciptakan defisit yang signifikan di pasar.
Data dari Indo Premier mengungkap, tekanan jual paling kuat menyasar saham-saham kelas kakap, atau sering disebut "big caps". Saham perbankan raksasa menjadi korban utama aksi "buang barang" ini. PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) misalnya, mencatat net sell hingga Rp1,3 triliun sendirian!
Tak hanya itu, asing juga ramai-ramai melepas saham PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) senilai Rp287,5 miliar, serta PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) sebesar Rp192,4 miliar. Raksasa telekomunikasi PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk. (TLKM) pun tak luput dari incaran, bersama dengan beberapa saham energi seperti PT Medco Energi Internasional Tbk. (MEDC), PT Energi Mega Persada Tbk. (ENRG), dan PT Alamtri Resources Indonesia Tbk. (ADRO).
Di sisi lain, di tengah derasnya arus keluar, ada juga saham-saham yang justru diakumulasi asing. PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk. (CUAN) memimpin daftar beli dengan akumulasi Rp35,2 miliar. Disusul PT Darma Henwa Tbk. (DEWA) sebesar Rp33,1 miliar, serta PT Buana Lintas Lautan Tbk. (BULL) yang turut dijemput asing senilai Rp23,9 miliar. Pergerakan ini menunjukkan bagaimana sentimen investor asing dapat mengguncang bursa, terutama pada saham-saham dengan kapitalisasi pasar besar yang selama ini menjadi penopang utama.
